Andre terbangun karena mendengar suara jeritan orang-orang. Semua berlari panik berlawanan arah dengan gerak mobil Andre. “Ini dimana?” Tanya Andre. Agi yang kebingungan juga hanya bisa bengong. “Kita sudah sampai di Jakarta” jawabnya pelan. Andre membuka kunci mobil. “Kau mau kemana?” Tanya Nelly. “Tidak ada yang boleh keluar” timpal Agi hawatir. “Aku hanya memastikan” Andre melihat kesampingnya. Melsa ternyata sudah berada di bangku depan bersama ibunya. Andre keluar mobilnya. Orang-orang berlarian, mobil disampingnya sudah kosong. Entah kapan orang dimobil samping pergi, Andre tidak tau. Andre mencoba melihat kedepan. Tapi tidak berhasil, Andre tidak mendapatkan penglihatan yang terjadi didepan. Karena terhalang oleh orang-orang yang berlari, ditambah banyak mobil yang berjejer. Andre memutuskan menaiki mobil disampingnya agar mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Andre tidak terlalu melihat jelas diatas, karena silau oleh cahaya matahari yang terpantul o...
Kalian tau kompetisi hidup? Mungkin aku bukan orang yang berpengalaman dalam kompetisi dunia, tapi mungkin aku salah satu yang harus tetap bertahan, walaupun membuat timbulnya rasa egois dan cemburu. Karena pada dasarnya, tanaman tetangga akan lebih terasa indah. Aku pernah menatap cermin dan melihat diriku lebih dalam, argghh aku benci melihat diriku sendiri hahaha, tapi sedetik kemudian, aku sadar bahwa aku harus cinta diri sendiri terlebih dahulu. Tapi sesuai perkataanku, itu hanya berlaku untuk sedetik sebelumnya.
ATTACK (Penyerangan Zombie) PROLOG Kematian selalu menjadi pencapaian akhir semua manusia. Selalu bergerak cepat mendekati. Pencapaian yang hampir semua orang membencinya dan berlari dari suratan takdir. Seluruh harapan yang kita gali semua berakhir bersama kematian yang kita alami. Terpendam, dan tak terlihat bersama peti. Ingin rasanya merasakan kematian dengan tentram dan damai. Tapi, sepertinya tuhan berkata lain. Dia seperti mengutuk kita semua dalam kematian yang menyedihkan! Semua orang tidak puas dengan takdir yang tuhan berikan. Semua merontak dan berlari dari dinding ketentuan. Menggali dan memutari hingga mendapat harapannya selama ini. Walau akhirnya mereka tersesat dan harus menerima takdirnya. Semua terlalu ketakutan. Hingga akhirnya melakukan hal yang bodoh. Tanpa memastikan efek dari yang mereka lakukan. Mereka terlalu bodoh untuk melihat yang sesungguhnya tuhan harapkan. Kebodohan mereka membuat takdir yang tuhan berikan lenyap dan hancur. Mer...
Komentar
Posting Komentar